hari2 semester pendek tingkat 4, kesempatan untuk memperbaiki nilai-nilai yang ancur di tingkat2 sebelumnya.
Kalo dipikir2, kenapa ya, nilaiku selalu aja ga bisa bagus..
Insafnya ketelatan, harusnya disadari sejak lama sebelum ini terjadi.
Minimal saat masih tingkat awal. Kalo mikirin hal satu ini -dan memang prioritas kedua yang harus dipikirkan- kadang aku frustasi.
Ngiri euy ma yang lain, ma kang adit, kelihatannya dia itu begitu cintanya terhadap dunia IT tempatnya bergelut sehari2.
Oh ya, kalo inget nama kang adit itu, jadi menerawang kembali ke masa 3 tahun yang lalu.
Saat dia mengungkapkan niatnya untuk memperistri aku. Ha3..ternyata aku ada yang mau juga. Saat itu aku masih berusia 18 tahun, menginjak 19. Dia 21 tahun. Kata ortuku, aku masih terlalu muda untuk menikah kala itu. Padahal, aku sendiri mempertimbangkan. Anyway, mungkin emang bukan jodoh, ya gak kesampaian. Sekarang dia udah menikah, 11 bulan yang lalu. Aku, masih sorangan wae. Lagipula, niatku nikah muda, perlahan tersapu mmenghilang. Saat ini aku sama sekali ga mikirin target nikah. Biarin mengalir aja, toh, bila memang sudah sampai waktunya, aku akan menikah juga. Yang mendominasi pikiranku saat ini, adalah, bagaimana agar aku dapat mempersiapkan masa depanku dengan belajar dan memanfaatkan waktu sebaik2nya. Ya, belajar, belajar dan belajar. Semoga Tuhan menerangi setiap langkahku menuju apa yang kutuju, yaitu kebahagiaan dalam keridhoanNya.
Semoga aku bisa selalu memelihara semangat, dalam hatiku, untuk berubah.
Ya Alloh, masukkanlah kami kepada golongan orang2 yang Engkau Ridhoi, dan masukkanlah kami kedalam SurgaMu, serta jauhkanlah kami dari siksa api neraka. Amiin..
